Close

Rapim Penanganan Covid-19

DISKOMINFOSTANDI, MAHULU –  Bupati Mahakam Ulu (Mahulu) Bonifasius Belawan Geh memimpin Rapat Pimpinan (Rapim) Tim Gugus Tugas Penanganan Corona Virus Disease (Covid)-19 di Balai Adat Kampung Ujoh Bilang Kecamatan Long Bagun, Senin (4/05).

Upaya memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait penanganan covid-19 di Mahulu, menjadi tanggungjawab bersama pemerintah daerah melalui Tim Gugus Tugas Covid -19 dan masyarakat.

“Kita sudah mempunyai organisasi Tim Gugus Tugas (TGT) Kabupaten Mahakam Ulu yang mana ditugaskan sekitar 80% pegawai dan pejabat pemerintah mahulu bergabung di dalam organisasi ini” jelas Boni

Kemudian sebelumnya juga sudah dibentuk Tim Gerak Cepat (TGC) sesuai yang ada di Kemenkes dan ditindaklanjuti oleh Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencan (DKP2KB) untuk membentuk Tim Gerak Cepat (TGC) dan Relawan yang berkejasama dengan Dinas Perhubungan (Dishub), TNI-POLRI, Dinas Ketentraman, Ketertiban dan Perlindungan Masyarakat (Trantibum), untuk menjalankan tugas di Pos-pos atau pintu masuk dan juga pemantauan kesehatan masyarakat mahulu.

Lebih lanjut disampaikan Boni terkait dengan kondisi, masih dalam zona hijau, kita banyak mendengar informasi dari Tim Gugus Tugas (TGT), Tim Gerak Cepat (TGC), Asisten I, Kadis Perhubungan (Dishub).

Informasi-informasi itu harus “kita serap agar kita bisa mengsosialisasikannya satu bahasa ditengah-tengah masyarakat ketika masyarakat bertanya kita bisa menjelaskan atau mengklarifikasi jika ada keritikan atau tanggapan dari masyarakat yang kesannya kontra” pintanya.

Ada hal-hal yang masih kurang terutama adalah bagaimana cara respon kita, bagaimana kita menyikapi khususnya para pejabat yang kurang tanggap, kurang responsif terhadap arahan-arahan yang disampaikan oleh pimpinan. Mulai dari atas sampai kebawah.

“Saya minta kerjasama kita yang baik, lintas sektor untuk mengadakan program-program yang baik dalam rangka pencegahan atau bantuan ke masyarakat agar program tersebut cepat bisa jalan” tegas Boni

Karena ini merupakan program kerjasama, bukan satu sektor saja atau sekelompok orang saja yang menangani masalah covid ini. Jadi kita semua harus ambil sikap, responsif, cepat tanggap untuk melakukan hal-hal yang baik untuk menyelamatkan daerah kita.

“Jangan sampai virus corona ini masuk karena kita kurang tanggap, kurang disiplin, kurang tegas, ini menyangkut nyawa jangan sampai kita menjadi korban karena kelengahan kita, kita tidak kerjasama, tidak sepakat, tidak kompak dalam menangani hal ini” terangnya.

Kita juga punya tanggung jawab dalam kondisi seperti ini. Dengan aturan pembatasan-pembatasan yang kita buat supaya mengurangi aktivitas

Semua itu berdampak bagi ekonomi masyarakat semua. Itu juga harus disikapi, program itu sudah kita programkan tinggal pelaksanaannya di Dinas Sosial (Dinsos).

Saat penyaluran bantuan dan mengantisipasi perkumpulan warga, bantuan sosial tersebut dibagi dengan cara diantar dari rumah ke rumah (door to door). “Saya juga berharap agar ini bisa cepat dan berjalan dengan baik tanpa kendala” harapnya.

Penulis : Helena Krisna

Editor    : Adrianus Imat

Related Posts