Close

Kepala DINKESP2KB: Kronologis Pelaku Perjalanan Terkonfirmasi COVID-19

DISKOMINFOSTANDI – Upaya pencegahan penyebaran corona virus disease (covid-19), terus dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu dengan mengeluarkan Instruksi Bupati, yang terbaru Nomor 7 Tahun 2020 tentang Pengaturan Akses Ke Wilayah Kabupaten Mahakam Ulu Dalam Rangka Pengendalian Penyebaran Wabah COVID-19.

Terkait pelaku perjalanan (PP) yang terkonfirmasi covid-19, Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DINKESP2KB) Kabupaten Mahakam Ulu, drg. Agustinus Teguh Santoso, selaku ketua Tim Gerak Cepat (TGC) yang juga Humas Gugus Tugas (TGT), saat ditemui tim Kominfostandi di ruang kerjanya. Ujoh Bilang, Sabtu (8/8), menjelaskan.

“Kronoligisnya seperti ini, pasien tersebut memang berasal dari wilayah Mahakam Ulu dengan kartu tanda penduduk (KTP)  Mahakam Ulu dari kecamatan Long Bagun, pada bulan maret yang bersangkutan itu bepergian ke jawa dengan alasan mengantar istri ke jawa, jadi saat bulan maret itukan kita masih dalam rangka persiapan menghadapi covid-19 jadi kita belum ada aturan-aturan yang tegas mengenai ijin keluar atau masuk wilayah, jadi saat itu pun yang bersangkutan ketika keluar wilayah tidak ijin sehingga pergi begitu saja dengan alasan untuk ke jawa mengantar istrinya”

Disampai lebih Jauh bahwa pasien yang terjangkit virus covid-19 itu pada prinsipnya belum sampai ke wilayah Mahakam Ulu dan masih dirawat di rumah sakit khusus covid-19 di Rumah Sakit Pratama Linggang Bigung di Kutai Barat.

“Tetapi pada prinsipnya pasien tersebut tidak sampai masuk ke Kabupaten Mahakam Ulu dari awal kita sudah pantau dan berterima kasih dengan Kabupaten Kutai Barat yang selama ini terus berkoordinasi didalam penanganan perilaku perjalan yang seperti ini”

Ditambahkannya bahwa pasien yang terjangkit virus covid-19 tersebut ber-KTP Mahakam Ulu maka secara laporan administratif di masukan ke pelaporan mahakam ulu.

“Karena KTP-nya Mahakam Ulu maka secara administratif laporan dari pelaku perjalanan tersebut di masukan ke pelaporan di mahakam ulu, sehingga 5 bulan kita di zona hijau karena ada 1 pasien terkonfimasi dari pelaku perjalan tersebut dan datanya harus diimport secara administratif kedata Mahakam Ulu makanya info grafis yang ditayangkan di dalam pelaporannya memang Mahakam Ulu akhirnya harus mencatat ada 1 pasien terkonfimasi covid-19 walaupun dari sistem penapisan dan seleksi kita sudah berusaha semaksimal mungkin untuk tidak masuk”

Kadis Dinkes juga menghimbau agar masyarakat Mahakam Ulu selalu hidup sehat menggunakan masker, mencuci tangan dengan sabun, dan tetap menjaga jarak.

“Kami mengharapkan masyarakat didalam fase kedua gelombang covid-19 di indonesia ini untuk selalu mengikuti protokol kesehatan pencegahan covid-19 kemudian selalu menggukan masker ketika beraktivitas diluar rumah, kemudian menjaga jarak apa bila berkomunikasi atau berkontak dengan orang lain paling tidak 1,5 meter atau 2 meter, kemudian juga melakukan perilaku hidup bersih dan sehat dengan mencuci tangan pakai sabun, beristirahat, makan makanan yang bergizi dan berolahraga di rumah” tutupnya. (Tului/AI)

Related Posts